Gempa M5,0 Guncang Nagan Raya Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,0 Guncang Nagan Raya Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa berkekuatan M5,0 mengguncang Nagan Raya, Aceh/Foto: BMKG

 Gempa dengan kekuatan M5,0 mengguncang Nagan Raya, Aceh, Sabtu 25 Oktober 2025, pukul 11.56 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, pusat gempa berada di 29 km Timur Laut Nagan Raya, Aceh, dengan kedalaman 10 Km.

“Gempa Mag:5.0, 25-Okt-25 11:56:28 WIB, Lok:4.42 LU, 96.50 BT (29 km Timur Laut KAB-NAGANRAYA-ACEH), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG melaporkan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” imbaunya.

Pramono Ingin Ada Wali Kota Perempuan di Jakarta

Pramono Ingin Ada Wali Kota Perempuan di Jakarta

Pramono Ingin Ada Wali Kota Perempuan di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginginkan adanya wali kota perempuan di Jakarta. Menurutnya peran perempuan Indonesia memberikan kontribusi yang luar biasa.

Saat ini enam wilayah administratif Jakarta dipimpin wali kota/bupati laki-laki. Hal itu disampaikan dalam acara ‘Gelora Ibu Bisa’ bersama ribuan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Jakarta di Jakarta Internasional Velodrome (JIV), Jakarta Timur pada Kamis (23/10/2025).

“Perempuan Indonesia sudah memberikan kontribusi yang luar biasa. Di DKI Jakarta ini banyak sekali kepala-kepala dinas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), asisten yang berasal dari perempuan, ibu-ibu,” kata Pramono dalam sambutannya.

“Istri saya tadi bertanya, ‘Kenapa belum ada wali kota yang dari ibu?’ Bismillah, mudah-mudahan ada. Karena apa pun, Saudara-saudara sekalian, saya ingin Jakarta ini betul-betul menjadi role model bagi daerah lain,” tambahnya.

Pramono mengatakan, perempuan telah mengisi jabatan strategis mulai dari Presiden, Gubernur hingga Wali kota termasuk di Jakarta sempat memiliki pemimpin perempuan.

Jalan Kaliabang Tengah Bekasi Macet Total, Ini Penyebabnya

Jalan Kaliabang Tengah Bekasi Macet Total, Ini Penyebabnya

Phon tumbang/Foto: Ist

 Akses Jalan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Selasa (21/10/2025) pagi, mengalami kemacetan parah, lantaran adanya pohon tumbang. Pohon itu roboh menutupi akses Jalan Kaliabang Tengah.

Pohon tersebut tumbang di jalan yang menghubungkan pengendara dari Wisma Asri dan Pondok Ungu. Tampak pengendara roda empat tak bisa melintasi ruas jalan tersebut, sementara pengendara motor harus bergantian melintas dengan memanfaatkan celah yang tersisa.

Salah satu warga sekitar, Rudi, menyampaikan bila pohon itu tumbang sekira pukul 04.00 WIB. Dia tak mengetahui apa yang menyebabkan pohon itu tumbang.

“Tadi sekitar jam 4 sudah tumbang, penyebabnya apa saya kurang tahu. Gak ada angin kencang, mungkin karena pohonnya tua saja,” kata Rudi kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Atas kejadian itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi langsung mengevakuasi pohon tumbang tersebut. Petugas memotong batang pohon dan menyingkirkannya ke tempat aman agar Jalan bisa dilalui pengendara.

Waspada! Banjir Rob Ancam Wilayah Pesisir hingga 4 November, Salah Satunya Jakarta

Waspada! Banjir Rob Ancam Wilayah Pesisir hingga 4 November, Salah Satunya Jakarta

Banjir Rob Ancam Wilayah Pesisir hingga 4 November/ist

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia hingga 4 November 2025 mendatang.

BMKG menyebut, banjir rob ini dipengaruhi oleh adanya fenomena Fase Bulan Baru pada tanggal 21 Oktober 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” ujar keterangan BMKG, Minggu (19/10/2025).

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim.

BMKG juga mengungkapan lokasi dan waktu potensi terjadinya banjir pesisir (rob) hingga 4 November 2025 mendatang, salah satunya di pesisir Jakarta, Pesisir DKI Jakarta pada 22 – 28 Oktober 2025 yaitu di Pesisir Kamal Muara.

Pengacara Minta Hakim Bebaskan Delpedro Marhaen dari Tahanan

Pengacara Minta Hakim Bebaskan Delpedro Marhaen dari Tahanan

Sidang praperadilan yang diadjukan Delpedro Marhaen

 Tim pengacara CEO Lokataru, Delpedro Marhaen membacakan permohonan praperadilannya di PN Jakarta Selatan. Mereka meminta Delpedro dibebaskan dari tahanan Polda Metro Jaya.

“Memerintahkan Termohon untuk segera membebaskan Pemohon dari rumah tahanan negara di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Rutan Polda Metro Jaya),” ujar pengacara Delpedro, Afif Abdul Qoyim di persidangan saat membacakan poin petitum permohonannya, Jumat (17/10/2025).

Dalam persidangan, tim pengacara Delpedro membacakan alasan diajukannya praperadilan tersebut. Pertama berkaitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Delpedro yang dikeluarkan pada 29 Agustus 2025, usai itu Delpedro ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Agustus 2025.

Maka itu, Delpedro ditangkap selang satu hari dari penetapan tersangka. Lantas, surat perintah penahanan Delpedro dikeluarkan pada 2 September 2025. Selain itu, Delpedro juga belum pernah diperiksa sebagai saksi, apalagi sebagai calon tersangka sebelum ditangkap.

“Hanya jarak satu hari kemudian di 1 September 2025 sekitar pukul 10 malam Pemohon, Delpedro Marhaen ditangkap oleh Termohon dari Polda Metro Jaya di kantor Lokataru Foundation. Pemohon baru tahu ditetapkan tersangka pada saat penangkapan 1 September 2025,” tutur pengacara Delpedro.

Dia menerangkan, sejatinya Delpedro hanya menjalankan tugas sebagai Direktur Eksekutif Lokataru untuk memastikan negara menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia (HAM) setiap warga negara, khususnya saat terjadinya aksi demonstrasi pada 25-29 Agustus 2025 lalu.

Heboh! Mayat Pria Ditemukan di Toilet ITC Fatmawati, Mulutnya Keluar Darah

Heboh! Mayat Pria Ditemukan di Toilet ITC Fatmawati, Mulutnya Keluar Darah

Heboh! Mayat Pria Ditemukan di Toilet ITC Fatmawati, Mulutnya Keluar Darah

Seorang mayat pria ditemukan di kamar mandi ITC Fatmawati, Jakarta Selatan. Belum diketahui penyebab kematian korban.

Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Endy Mahandika menjelaskan, penemuan mayat itu bermula kala saksi IS melihat mayat tergeletak di kamat mandi ITC Fatmawati. Korban pun sudah tergeletak dengan posisi miring ke kanan.

“Lalu saksi IS memberitahukan kepada saksi II YLL pada saat sedang berjaga di lantai dasar bahwa ada seorang laki-laki tergeletak didalam toilet lantai I,” kata Endy dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Kemudian IS dan saksi YLL langsung menuju ke toilet lantai I dan melihat korban dengan posisi tergeletak miring kanan. “Dan melihat darah di sekitar korban,” ucap Endy.

Melihat mayat itu, kedua saksi langsung melaporkan ke  Bhabinkamtibmas, Kelurahan Cipete Utara. Polisi yang datang langsung memeriksa TKP.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru Kompol Suparmin mengungkapkan, hasil olah TKP menunjukan tak ada kekerasan pada mayat tersebut. Namun, ia menduga, korban itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

“Dari olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan setelah ketemu keluarganya, memang dia ada sakit,” ucap Suparmin.

Bahkan, kata Suparmin, keterangan itu diperkuat dari pengakuan rekan kerja korban. Ia berkata, korban telah tak masuk kerja 4 hari akibat sakit TBC.

Anak Riza Chalid Tiba di PN Tipikor, Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan

Anak Riza Chalid Tiba di PN Tipikor, Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan

Anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza

Anak Riza Chalid sekaligus beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, tiba di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/10) pagi. Adrianto akan menjalani sidang perdana tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.

Adrianto tiba pada pukul 10.56 WIB. Sebelum memasuki ruang sidang, Adrianto terlihat membuka rompi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sebelumnya ia gunakan.

Adrianto tiba bersama empat tersangka lainnya, yakni Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono; Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; dan Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Adrianto dan empat tersangka lainnya langsung diarahkan ke kursi paling depan ruang sidang tersebut selama proses persidangan belum dimulai.

Saat memasuki ruang sidang, Adrianto terlihat menggunakan masker berwarna hitam.

Adapun sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan. Jaksa penuntut umum (JPU) akan membacakan dakwaan terkait tindak pidana korupsi yang diperbuat dan dilakukan oleh terdakwa di klaster swasta.

Dalam penyidikan Kejaksaan Agung, Adrianto bersama tersangka lainnya disebut telah melakukan pemufakatan jahat dalam kegiatan pengadaan impor minyak mentah oleh PT Kilang Pertamina Internasional dan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Kemendikbudristek dan Vendor Kembalikan Uang Korupsi Chromebook dalam Bentuk Rupiah-Dolar AS

Kemendikbudristek dan Vendor Kembalikan Uang Korupsi Chromebook dalam Bentuk Rupiah-Dolar AS

Tersangka Korupsi Laptop Nadiem Makarim

 Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima pengembalian uang dari sejumlah pihak terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Jumlahnya pun cukup fantastis.

“Ya, memang informasinya ada beberapa pengembalian, pengembalian uang, atau baik dalam bentuk rupiah atau dolar informasinya,” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, dikutip, Sabtu (11/10/2025).

Anang mengungkap, pihak-pihak yang mengembalikan uang yang terkait dengan kasus tersebut. Pengembalian sendiri telah dilakukan beberapa hari lalu.

“Dari pihak-pihak yang baik itu dari vendor atau dari pihak kementerian. Karena mereka memiliki keuntungan yang tidak sah, ya kan. Itu mereka ada, ada mengembalikan informasinya, ada pengembalian,” ujarnya.

Namun demikian, Anang tak membeberkan lebih jauh berapa jumlah nominal uang yang dikembalikan pihak-pihak tersebut kepada Kejagung. Dia mengira angkanya mencapai miliaran rupiah.

Penyerangan Brutal di Warkop Tanah Abang, 2 Orang Kena Tembak!

Penyerangan Brutal di Warkop Tanah Abang, 2 Orang Kena Tembak!

Penembakan di Tanah Abang

Aksi penyerangan terjadi di sebuah warung kopi (warkop) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/10/2025) dini hari. Dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka tembak.

Peristiwa brutal itu terekam CCTV warkop, dan videonya kini beredar di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sejumlah orang berupaya mencegah gerombolan penyerang datang.

Di warkop tersebut juga terlihat seorang anak laki-laki. Meski ada upaya pencegahan, para penyerang tetap berhasil masuk. Sejumlah pria yang mengenakan masker dan jaket hitam berlari ke arah warkop untuk menyerang.

Dalam video itu, salah seorang pria yang mengenakan jaket hitam diduga menodong dan menembakkan senjata api.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus penyerangan tersebut.

“Sekelompok orang tiba-tiba mendatangi warkop dan langsung menyerang pengunjung serta pemilik warkop,” ujar Susatyo kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Kubu Nadiem Makarim Hadirkan Ahli Hukum dari UMJ di Sidang Praperadilan

Kubu Nadiem Makarim Hadirkan Ahli Hukum dari UMJ di Sidang Praperadilan

Ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda disumpah

Ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda dihadirkan tim pengacara dalam sidang praperadilan sah atau tidaknya penetapan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim sebagai tersangka oleh Kejagung RI di PN Jakarta Selatan pada Selasa (7/10/2025) ini. Chairul lantas menjelaskan tentang alat bukti dalam penetapan tersangka.

“Jadi memang menetapkan tersangka itu harus didasarkan pada dua alat bukti. Sekurang-kurangnya dua alat bukti yang ditemukan lebih dahulu sebelum penetapan tersangka itu sendiri,” ujar Chairul Huda di persidangan.

Chairul menjelaskan tentang hukum acara pidana sebenarnya diadakan dalam rangka melindungi individu dari kemungkinan kesewenang-wenangan. Peradilan itu sebuah lembaga yang fungsi utamanya memastikan segala tindakan aparat penegak hukum dilaksanakan dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang.

“Sehingga, walaupun ada pengurangan hak asasi manusia, hak-hak individu, maka hal itu dilakukan dalam tataran yang wajar,” tuturnya.

Tim pengacara Nadiem pantas mempertanyakan tentang alat bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Pernyataan itu dikaitkan dengan perlindungan HAM.

“Di dalam penetapan tersangka, seseorang ditetapkan tersangka. Apakah dasar daripada dua alat bukti itu harus ditemukan sebelum ditetapkannya tersangka? Apakah alat bukti bisa dicari setelah adanya penetapan tersangka?” tanya pengacara Nadiem.