Ormas Islam Diundang Prabowo ke Istana, Waketum MUI: Bahas Board of Peace

 Ormas Islam Diundang Prabowo ke Istana, Waketum MUI: Bahas <i>Board of Peace</i>

Waketum MUI Cholil Nafis

 Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengungkapkan bahwa MUI diundang Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026) siang.

Ya saya juga diundang siang ini,” katanya kepada awak media.

Cholil Nafis pun mengatakan, bahwa dalam pertemuan itu diagendakan akan membahas mengenai keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Keamanan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Yang sampai ke saya tentang BoP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi adanya aspirasi dari MUI yang meminta agar Indonesia mengundurkan diri dari keanggotaan Board of Peace.

Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah akan segera membuka ruang dialog dengan MUI untuk memberikan pemahaman mengenai alasan strategis di balik bergabungnya Indonesia dalam forum tersebut.

“Kita nanti akan berdialog dengan MUI dan kami yakin akan memberikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini. Itu kan bagian dari cara kita membangun dialog,” jelas Prasetyo kepada awak media di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin 2 Februari 2026.

Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Seorang anak diselamatkan setelah hanyut di aliran sungai bawah jembatan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Korban hanyut saat bermain di tepi sungai dan terpeleset hingga terseret arus.

Pada saat kejadian, Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) sedang melaksanakan kegiatan trauma healing dan bakti sosial bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah tersebut.

Melihat adanya anak yang hanyut, para taruna bersama warga sekitar dengan cepat melakukan upaya pertolongan.

Taruna Akpol segera mengevakuasi korban dari sungai dan memberikan pertolongan pertama gawat darurat di lokasi kejadian guna memastikan kondisi korban tetap stabil. Tindakan cepat tersebut dinilai berhasil mencegah risiko yang lebih fatal.

“Kesigapan Taruna Akpol dalam menolong korban hanyut menunjukkan kesiapan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan sejak pendidikan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Erdi A. Chaniago, Sabtu (31/1/2026).

Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan medis awal, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang guna pemeriksaan dan perawatan lanjutan.

Gempa M5,3 Guncang Tahuna Sulut, Kedalaman 16 Km

Gempa M5,3 Guncang Tahuna Sulut, Kedalaman 16 Km

Ilustrasi gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa dengan Magnitudo 5,3 di barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), pagi ini, Jumat (30/1/2026).

BMKG menjelaskan gempa itu terjadi pukul 07.49 WIB. Koordinat gempa berada di 6,63 lintang utara dan 123,50 bujur timur. “#Gempa Mag:5.3, 30-Jan-2026 07:49:12 WIB, Lok:6.63 LU, 123.50 BT (401 km barat laut Tahuna-Kep. Sangihe-Sulut), Kedlmn:16 km,

Adapun titik gempa berada di 401 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 16 kilometer.

Ia menambahkan, belum ada laporan kerusakan atau korban dampak dari gempa tersebut. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” ujarnya.

kera4d

34 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, 32 Orang Masih Dicari

34 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, 32 Orang Masih Dicari

Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi (foto: freepik)

Memasuki hari keempat operasi pencarian, Tim SAR gabungan kembali menemukan sembilan kantong jenazah korban longsor di Kabupaten Bandung Barat.

Dengan penemuan tersebut, total sejak hari pertama hingga Selasa (27/1/2026) pukul 18.01 WIB, Tim SAR gabungan telah menyerahkan 48 kantong jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

“Diperkirakan masih terdapat 32 orang yang masih dalam pencarian,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (28/1/2026).

Adapun lokasi penemuan korban pada hari ini berada di sektor A1, A2, dan B2. Untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan, tim di lapangan terus mengerahkan alat berat serta anjing pelacak.

Berdasarkan data tim DVI per Selasa (27/1/2026) pukul 19.30 WIB, sebanyak 34 jenazah korban longsor di Bandung Barat telah berhasil diidentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga saat ini, proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang telah diserahkan ke tim DVI masih terus berlangsung. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan menyisir sektor A dan sektor B.

Perjuangan PDIP Buka Klinik Rakyat Usai Vakum 15 Tahun karena Terkendala Izin

Perjuangan PDIP Buka Klinik Rakyat Usai Vakum 15 Tahun karena Terkendala Izin

PDIP Buka Klinik Rakyat Usai Vakum 15 Tahun karena Terkendala Izin

Klinik Waluya Sejati Abadi yang berada di Jalan Tipar Gede, Sukabumi, Jawa Barat, resmi beroperasi kembali untuk melayani masyarakat kecil. Peresmian ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-53 PDIP.

Gedung yang dahulu dikenal sebagai Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR) diresmikan oleh Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada tahun 2011.

Namun, pada tahun 2015, fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan harapan rakyat kurang mampu ini dipaksa berhenti beroperasi karena kendala perizinan yang alot dengan pemerintah daerah saat itu.

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan sekaligus inisiator klinik, Ribka Tjiptaning Proletariyati, mengenang masa-masa sulit tersebut dengan emosional. Ia menceritakan bagaimana dirinya sempat menangis di hadapan Megawati karena niat tulus melayani rakyat tanpa pungutan biaya justru dihambat oleh birokrasi.

“Saya menangis kepada Mbak Mega, saya bilang, ‘Mbak kok lucu ya, mau berbuat baik sama rakyat saja kok susah. Kan tidak diminta uang.’ Terus Ibu Ketua Umum cuma sederhana menjawab: ‘Neng, kamu lihat cucumu belajar berjalan,” ujar Ribka menirukan pesan Megawati, dikutip Senin, (26/1/2026).

“Pasti langkah pertama itu dia akan terjatuh dan terluka. Tapi kalau cucumu tidak ada keberanian melangkah pertama, tidak akan ada seribu langkah berikutnya. Karena langkah pertama itu menentukan arah dan tujuan,”sambungnya.

Setelah melewati kesabaran, Ribka kini bisa tersenyum melihat klinik tersebut kembali melayani rakyat dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp25 ribu untuk berobat jalan dan Rp50 ribu untuk persalinan hingga pulang.

“Kalau dia tidak punya uang, yang bayar DPC PDI Perjuangan. Di sini semua dilayani dengan senyum tanpa diskriminasi,” tegasnya.

BMKG: OMC Tekan Intensitas Hujan Jabodetabek hingga 39,57%

BMKG: OMC Tekan Intensitas Hujan Jabodetabek hingga 39,57%

Cuaca ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim operasi modifikasi cuaca (OMC) berhasil menurunkan intensitas curah hujan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar 39,57%. Upaya tersebut dinilai efektif dalam meredam potensi hujan lebat.

“Berdasarkan perhitungan sementara, sejak 16–22 Januari, CH, hasil perbandingan antara nilai curah hujan hasil prediksi dengan aktualnya terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar -39,57%,” kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, Sabtu (24/1/2026).

Budi menjelaskan, kegiatan modifikasi cuaca sudah berlangsung sejak 16 Januari 2026 di wilayah Jabodetabek. Pada tahap awal, operasi ini melibatkan satu pesawat Casa TNI AU dan satu pesawat Cessna Caravan yang beroperasi dari Posko Lanud Halim Perdanakusuma.

“Mulai hari ini, BNPB menambah tiga armada pesawat Cessna Caravan untuk memperkuat pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah DKI, Banten, dan Jawa Barat,” ujarnya.

“Dua ditempatkan di Halim, satu di Husein Bandung. Jadi, untuk hari ini total ada lima pesawat dari Halim dan Husein,” sambungnya.

Kronologi Penumpang Perempuan Tewas di Stasiun Gondangdia, Loncat dari Peron Tertabrak Kereta

Kronologi Penumpang Perempuan Tewas di Stasiun Gondangdia, Loncat dari Peron Tertabrak Kereta

Kronologi Penumpang Perempuan Tewas di Stasiun Gondangdia, Loncat dari Peron Tertabrak KRL

Kepala Stasiun Gondangdia, Satia Tarta Gunada membenarkan adanya seorang penumpang loncat dari peron 1 Stasiun Gondangdia, Jakarta, saat kereta hendak masuk ke stasiun, Rabu (21/1/2026). Korban akhirnya meninggal dunia usai tertabrakkereta.

1. Loncat Tertabrak Kereta

“Kebetulan pas loncat kereta masuk. Jenis kelamin perempuan dengan identitas tadi atas nama Aisyah, Pancoran, Jakarta dengan usia kelahiran tahun 2007,” ujarnya pada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Ia mendapatkan informasi dari petugas sekuriti Stasiun Gondangdia yang bertugas di peron 1 atas nama Daniel. Petugas menyebutkan adanya penumpang yang loncat dari peron sekira pukul 17.50 WIB.

“Loncat pas kereta api mau masuk. Pas ditemukan masih ada denyut nadi, pas dibawa ke RS PGI Cikini sudah meninggal. Meninggalnya di dalam ambulans saat dibawa ke RS,” tuturnya.

Dia menambahkan, korban perempuan itu ditemukan masih bernyawa saat loncat dari atas Peron 1 Stasiun Gondangdia arah Kota Jakarta. Namun, korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

https://outsidecontrol.com

Penampakan Duit Rp2,6 Miliar Disimpan Dalam Karung Hasil Pemerasan Bupati Pati Sudewo

Penampakan Duit Rp2,6 Miliar Disimpan Dalam Karung Hasil Pemerasan Bupati Pati Sudewo

Penampakan Duit Rp2,6 Miliar Disimpan Dalam Karung Hasil Pemerasan Bupati Pati Sudewo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan uang tunai senilai Rp2,6 miliar yang diduga berasal dari pemerasan Bupati Pati, Sudewo (SDW). Uang tersebut diamankan dalam kondisi disimpan di dalam karung.

1. Disimpan Dalam Karung

Dalam konferensi pers, KPK memperlihatkan sejumlah karung dan plastik berisi uang yang diduga merupakan hasil korupsi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan barang-barang tersebut adalah bagian dari alat bukti dalam perkara yang menjerat Sudewo.

“Betul itu barang bukti kasus Pati semua ya. Diamankan dari penguasaan JAN, JION, YON, dan SDW,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (22/1/2026).

Dalam konferensi pers sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan uang tersebut dikumpulkan dari sejumlah pihak sebelum akhirnya disimpan di dalam karung.

“Jadi uang ini kan dikumpulin dari beberapa orang. Dimasukin karung. Tadi kan ada karung warna hijau. Masukin karung dibawa gitu. Kayak bawa beras gitu,” kata Asep.

Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selain Sudewo, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya.

Ketiga tersangka tersebut adalah Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Abdul Suyono (YON); Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken, Sumarjiono (JION); serta Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken, Karjan (JAN). Mereka diduga berperan sebagai pengepul uang hasil pemerasan.

Kera4d

Forum Bahtsul Masail Minta Rais Aam Segera Gelar Muktamar ke-35 NU

Forum Bahtsul Masail Minta Rais Aam Segera Gelar Muktamar ke-35 NU

Forum Bahtsul Masail Minta Rais Aam Segera Gelar Muktamar ke-35 NU/ilustrasi

 Forum Bahtsul Masail para Kiai se-Jawa Barat dan DKI Jakarta, membahas sejumlah permasalahan yang sedanga hangat di tubuh PBNU bersama para kiai muda, di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat.

Selain membahas soal polemik Ketua Umum PBNU, kasus korupsi kuota haji, Forum Bahtsul Masail juga berhasil merumuskan landasan keagamaan percepatan muktamar PBNU.

“Para kiai menyuarakan percepatan Muktamar dan nama baik NU segera pulih kembali dengan cepat,” ujar Pengasuh Pesantren Kempek, Kiai Muhammad Shofi, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, percepatan muktamar tersebut dibahas dengan menggunakan narasi argumentasi keagamaan.

“Alasan pelaksanaan muktamar harus dipercepat berlandaskan pada kaidah fikih, Dar` al-mafasid muqaddam ‘ala jabl al-mashalih” (menolak kerusakan harus diprioritaskan daripada mengambil kemaslahatan) ujarnya,”.   

“Adapun mafsadat (kerusakan) yang sedang berlangsung yang harus segera dihindari dengan percepatan muktamar, kata Kiai Shofy.

Terjadinya perpecahan dan polarisasi atau keterbelahan sosial di tengah warga NU. Ini sangat terasa dan tampak di media sosial dan interaksi sosial yang terjadi kerenggangan yang mengarah pada ketegangan,” lanjutnya.

Selanjutnya, perlunya pembenahan terhadap organisasi NU secara keseluruhan; perlu evaluasi dan pembenahan kepemimpinan struktural yang ada di PBNU.

“Intinya, PBNU sebagai sebuah organisasi perlu direset ulang, dengan diisi oleh orang-orang yang memiliki kredibilitas, kapabilitas, integritas, moralitas, dan kapasitas keulamaan,” kata Kiai Shofy. 

kera4d

Bon Jowi Kecewa Majelis KIP Tolak Hadirkan Jokowi

Bon Jowi Kecewa Majelis KIP Tolak Hadirkan Jokowi

Bon Jowi Kecewa Majelis KIP Tolak Hadirkan Jokowi (Ari Sandita)

Kubu Bongkar Ijazah Jokowi (Bon Jowi), Syamsuddin Alimsyah, kecewa terhadap Majelis Komisi Informasi Pusat (KIP) karena menolak menghadirkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Rektor UGM, Pratikno sebagai saksi fakta.

“Saya jujur agak kecewa soal tidak dihadirkannya tiga saksi fakta, yaitu Jokowi sebagai mantan Presiden yang selama ini mengaku punya ijazah. Kedua Pak Pratikno,” ujarnya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, dalam persidangan tadi, dia sempat meminta mantan Presiden Jokowi hingga mantan Rektor UGM Pratikno dihadirkan ke persidangan sebagai saksi fakta. Namun, majelis KIP menolak menghadirkan mereka karena dinilai tidak relevan.

“Kenapa ini penting? Karena ada hal yang sampai nanti kesimpulan pun tidak akan ada jawaban, yaitu adalah proses. Bon Jowi yang dituntut proses lahirnya sebuah ijazah, baik KPU maupun UGM sampai persidangan tadi itu tidak kita menemukan jawaban apakah dokumen penting itu ada atau tidak,” tuturnya.

“Sehingga, menjadi sangat penting adalah itu dijelaskan oleh Jokowi sendiri sebagai pihak yang menguasai, yang menggunakan dokumen itu,” ucapnya.

Syamsuddin menerangkan, kehadiran Jokowi khususnya dianggap penting untuk mengonfirmasi langsung tentang pertanyaan legalisasi ijazahnya. Begitu juga Pratikno untuk ditanyakan tentang mekanisme dan kebenaran dokumen Jokowi. 

https://uniquepatterns.com