Berdasarkan laporan keuangan, Indosat menjaga pertumbuhan laba dengan menekan beban operasional di tengah pendapatan yang mengalami koreksi. Total pendapatan perusahaan turun 1,86% yoy menjadi Rp 13,58 triliun.
Bisnis selular, kontributor utama pendapatan ISAT turun 2,02%yoy menjadi Rp 11,42 triliun. Hal ini utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan data, telepon dan SMS yang diimbangi kenaikan jasa nilai tambah dan jasa interkoneksi.
Lalu pendapatan dari segmen multimedia, komunikasi data, dan internet turun 0,5% yoy menjadi Rp 1,96 triliun.
Pada periode yang sama, beban perusahaan turun 2,54% yoy menjadi Rp 10,79 triliun. Beban karyawan turun paling dalam, yakni sebesar 15,9% yoy menjadi Rp 808,47 miliar. Perusahaan juga tercatat menekan beban pemasaran menjadi Rp 421,9 miliar, turun 19,9% yoy.
Sementara itu, jumlah aset ISAT tercatat sebesar Rp 113,4 triliun pada kuartal I/2025 dan liabilitas menjadi Rp 75,5 triliun.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Selasa (6/5/2025), Muhammadiyah menyatakan, ijtimak jelang Zulhijah 1446 H akan terjadi pada 27 Mei 2025 pukul 10:04 WIB, dan saat Matahari terbenam, posisi Bulan berada di atas ufuk dengan ketinggian +01° 27′ 07″ di Yogyakarta. Ini menandakan hilal sudah terlihat secara hisab.
“Dengan demikian, 1 Zulhijah 1446 H dimulai pada 28 Mei 2025, sementara Hari Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025, dan Iduladha pada keesokan harinya,” kata keterangan PP Muhammadiyah seperti dikutip di Jakarta, Selasa.
Metode wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah mensyaratkan tiga hal. Telah terjadi ijtimak, ijtimak terjadi sebelum Matahari terbenam, dan bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka bulan kamariah digenapkan menjadi 30 hari.
Muhammadiyah juga menyampaikan, mulai tahun 1447 H, organisasi ini akan mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) berdasarkan Keputusan Nomor 86/KEP/I.0/B/2025. Langkah ini diambil untuk mewujudkan sistem kalender Islam yang lebih terpadu secara global.
“Mari kita sambut momen ini dengan mempersiapkan hewan kurban terbaik, memastikan distribusi daging yang adil, dan menjangkau mereka yang membutuhkan. Persiapan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga kesiapan hati untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim, yang rela melepaskan apa yang dicintainya demi Allah,” kata PP Muhammadiyah.
Meski begitu, dia tidak tegas mengatakan apakah Lulu Hypermarket resmi menghentikan operasionalnya di Indonesia alias tutup permanen.
“Kalau kasus Lulu Hypermarket, ya seperti peritel besar lainnya, ada masa pasang-surutnya,” kata Solihin kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/5/2025).
Solihin bahkan hal ini wajar karena adanya pergeseran gaya hidup masyarakat, yang sebelumnya berbondong-bondong ke peritel besar, kini bergeser ke peritel yang mudah terjangkau
“Dulu kan supermarket, hypermarket banyak pengunjung karena di peritel kecil biasanya tidak lengkap barangnya, sekarang kondisinya sudah berbeda, masyarakat bisa akses barang itu dengan mudah tanpa perlu datang ke supermarket, cukup beli di online, jadi ya pola hidup masyarakat yang dinamis membuat peritel besar mau tidak mau ya harus bersiap menghadapi tantangan ini,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengatakan peritel yang dapat bertahan bisnisnya merupakan peritel yang dapat terus menumbuhkan inovasi dan mampu mengikuti gaya hidup masyarakat.
“Kalau peritel yang bisa survive biasanya punya inovasi atau ide yang banyak, ditambah bisa mengkondisikan dengan gaya hidup masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Hippindo, Budihardjo Iduansjah mengatakan fenomena adanya gerai peritel yang tutup atau sepi disebabkan karena pola gaya hidup masyarakat ya berubah-ubah alias dinamis, di mana saat ini masyarakat cenderung berbelanja secara online.
“Terkait gerai-gerai yang tutup, kami perkirakan itu karena pola gaya hidup masyarakat yang dinamis, terutama kini masyarakat lebih condong berbelanja online,” kata Budihardjo saat ditemui wartawan setelah acara sosialisasi Inabuyer B2B2G Expo 2025, Selasa (6/5/2025).
Namun menurutnya, tak semua peritel mengalami hal yang sama. Justru ketika ada yang tutup operasional, juga ada yang baru-baru ini membuka gerai barunya, terutama di daerah-daerah.
“Sebenarnya banyak yang tutup, tapi banyak juga yang baru buka dan ini kebanyakan di luar kota yang kondisinya lebih bagus,” ungkapnya.
Budihardjo menambahkan gaya hidup masyarakat yang dinamis mau tidak mau harus diikuti oleh pengusaha peritel.
“Kalau masyarakat sekarang lebih ke online, ya peritel mau tidak mau harus mengkondisikan, tetapi kalau yang tetap offline tidak bisa dihilangkan begitu saja, jadi ya disesuaikan,” ujar Budihardjo.
Adapun menurutnya, pasang surut di industri peritel di Indonesia memang wajar terjadi, karena pergeseran pola hidup masyarakat. Pihaknya juga menambahkan bahwa kondisi ritel di Indonesia sejatinya masih cukup positif, apalagi jumlah penduduk di Indonesia cukup besar.
“Sejauh ini masih positif ya, karena penduduk kita cukup banyak, kurang lebih 270 juta. Apalagi kita punya market yang besar,” tambah Budjihardjo.
Menurut Haidt, kemampuan fokus sangat penting, terutama di tengah derasnya arus penggunaan media sosial dan ponsel pintar. Saat ini, remaja usia 13-18 tahun kini menghabiskan rata-rata 8 jam 39 menit per hari menatap layar, berdasarkan laporan Common Sense Media tahun 2021. Sementara laporan terbaru tahun 2023 mencatat remaja menerima hampir 240 notifikasi per hari dan mengecek ponsel lebih dari 100 kali sehari.
“Akibatnya, kita menghasilkan satu generasi yang kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi,” ujar Haidt dalam podcast bersama Oprah Winfrey, dikutip CNBC International, Selasa (6/5/2025). “Dan fokus adalah keterampilan penting dalam hidup dan pekerjaan,” lanjut ia.
Haidt mengingatkan dampak buruk penggunaan ponsel yang berlebihan dapat menjadi permanen jika tidak segera dihentikan. “Kalau kamu terus-terusan pakai ponsel hingga usia 25 tahun, saat itu otak, khususnya bagian frontal cortex sudah berhenti berkembang. Akan jauh lebih sulit mengembalikan kemampuan fokusmu,” jelasnya.
Menurutnya, ketidakmampuan berkonsentrasi akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan mulai dari sulit menjaga hubungan personal hingga kesulitan mempertahankan pekerjaan. “Apa ada perusahaan yang mau merekrut orang yang tak bisa fokus?” tanyanya.
Meski beberapa pihak mengkritik buku Haidt karena dinilai mengabaikan faktor lain seperti genetik, trauma, atau ketidakseimbangan kimia otak sebagai penyebab gangguan mental, berbagai riset tetap menunjukkan ketergantungan pada gawai memang berdampak pada perkembangan sosial remaja. Bahkan, Surgeon General Amerika Serikat pada 2023 sempat mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya media sosial terhadap kesehatan mental anak dan remaja, termasuk risiko peningkatan kecemasan dan depresi.
Tantangan Puasa Digital Selama Sebulan
Untuk mengembalikan kemampuan fokus, Haidt menyarankan untuk melakukan digital detox atau mengurangi penggunaan ponsel, khususnya media sosial, selama 30 hari penuh.
“Idealnya, lakukan tantangan ini bareng tiga orang teman atau keluarga. Lebih mudah kalau dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Saat muncul dorongan untuk mengecek ponsel, Haidt menyarankan menggantinya dengan aktivitas lain seperti membaca, menulis jurnal, menonton film sampai selesai, atau pergi keluar rumah. Kuncinya adalah menyelesaikan satu kegiatan sebelum berpindah ke yang lain.
Sementara itu, psikiater dari Harvard Srini Pillay juga merekomendasikan mendengarkan musik sebagai cara untuk membantu fokus. “Musik bisa menurunkan stres dan kadar kortisol, yang membantu pusat perhatian di otak bekerja lebih optimal,” tulis Pillay di CNBC Make It pada 2023.
Namun, ia mengingatkan untuk menghindari lagu yang terlalu emosional atau terlalu menarik, karena bisa mengganggu konsentrasi. “Pusat fokus di otak berhubungan langsung dengan pusat emosi. Jadi, musik yang terlalu menggugah bisa mengganggu,” jelasnya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa awal musim kemarau tahun 2025 telah mulai terjadi sejak April dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Kendati demikian, musim kemarau tahun 2025 diprediksi akan berlangsung lebih singkat dari biasanya di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini berdasarkan pemantauan dan analisis dinamika iklim global dan regional yang dilakukan BMKG hingga pertengahan April 2025.
“Awal musim kemarau di Indonesia diprediksi tidak terjadi secara serempak. Pada bulan April 2025, sebanyak 115 Zona Musim (ZOM) akan memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan meningkat pada Mei dan Juni, seiring meluasnya wilayah yang terdampak, termasuk sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua,” ujar Dwikorita dikutip Minggu (4/5/2025).
Fenomena iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral, yang menandakan tidak adanya gangguan iklim besar dari Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia hingga semester II tahun 2025.
Namun, suhu muka laut di wilayah Indonesia cenderung lebih hangat dari normal dan diperkirakan bertahan hingga September, yang dapat memengaruhi cuaca lokal di Indonesia.
Dwikorita juga mengungkapkan bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada Juni hingga Agustus 2025, dengan wilayah-wilayah seperti Jawa bagian tengah hingga timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada Agustus.
Terkait sifat musim kemarau 2025, sekitar 60% wilayah diprediksi mengalami kemarau dengan sifat normal, 26% wilayah mengalami kemarau lebih basah dari normal, dan 14% wilayah lainnya lebih kering dari biasanya.
“Durasi kemarau diprediksi lebih pendek dari biasanya di sebagian besar wilayah, meskipun terdapat 26% wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih panjang, terutama di sebagian Sumatera dan Kalimantan,” tambahnya.
Lebih lanjut, sebagai bentuk mitigasi terhadap risiko musim kemarau, Dwikorita juga menyampaikan sejumlah rekomendasi penting bagi sejumlah sektor vital. Di sektor pertanian, disarankan untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam sesuai prediksi awal musim kemarau di tiap wilayah, pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, serta optimalisasi pengelolaan air untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah keterbatasan curah hujan.
“Untuk wilayah yang mengalami musim kemarau lebih basah, ini bisa menjadi peluang untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi, dengan disertai pengendalian potensi hama,” ujarnya.
Untuk sektor kebencanaan, peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi hal yang sangat krusial, terutama di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau dengan sifat normal hingga lebih kering dari biasanya.
Pada periode saat ini dimana masih ada hujan, perlu ditingkatkan upaya pembasahan lahan-lahan gambut untuk menaikkan tinggi muka air dan pengisian embung-embung penampungan air di area yang rentan terbakar.
Sementara itu, di sektor lingkungan dan kesehatan, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan dan daerah rawan karhutla, serta dampak suhu panas dan kelembapan tinggi yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Adapun sektor energi dan sumber daya air, tambah dia, diimbau untuk mengelola pasokan air secara bijak dan efisien demi menjamin keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sistem irigasi, dan pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat selama periode musim kemarau berlangsung.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal merespons hal tersebut. Dia mengatakan belum ada pembicaraan lebih detail mengenai proyek ini.
“Dari DJKA belum ada pembicaraan detil untuk ini, kami merencanakan jenis kereta lain untuk feder MRT,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (4/5/2025).
Risal menyatakan belum ada keputusan pasti mengenai kelanjutan proyek MRT Jakarta tembus Tangsel. Ini terutama karena bergantung pada pemerintah daerah dengan kemampuan anggarannya, termasuk dari sisi operator.
“Saat ini usulan atau rencana masih dari MRT Jakarta,” ucap Risal.
Sebelumnya, Risal memang pernah mengatakan tengah mempertimbangkan untuk membangun skytrain sebagai penghubung ke Tangsel dan Bogor.
“Kenapa skytrain karena pertimbangannya biaya pembangunan yang lebih murah, hanya 1/3 (dari LRT),” kata Risal Wasal kepada CNBC Indonesia, awal Maret 2025 lalu.
Saat ini pemerintah masih mengkaji tawaran dari masing-masing investor, termasuk besaran investasi yang masuk. Ia pun memberi bocoran nilai investasi dari proyek ini.
“Per kilometernya Rp238 miliar, karena tidak perlu pembebasan lahan yang besar,” sebut Risal.
Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengumumkan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tembus Tangsel akan segera diwujudkan. Menurut Benyamin, semua pihak serius agar proyek tersebut segera dibangun.
“Kami harapkan seperti itu karena pihak-pihak PT MRT dan BSD serius untuk mewujudkannya,” ungkap Benyamin kepada CNBC Indonesia, Rabu (30/4/2025).
“Harapan saya tandatangan kerja samanya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan MRT menjadi moda transportasi warga Tangsel ke Jakarta dan sekitarnya sehingga mengurangi penggunaan kendaraan roda 2 atau 4,” bebernya.
“Saya juga sudah minta waktu untuk bertemu pimpinan negara kerajaan Arab Saudi. Di situ saya akan membahas upaya kita, permintaan Indonesia, yang sudah saya sampaikan kepada Mutra Mahkota Kerajaan,” kata Prabowo.
Menurutnya Kampung Indonesia akan dibangun dekat dengan Masjidil Haram. Menurut Prabowo hal ini disambut positif oleh MBS.
“Reaksi beliau waktu itu cukup positif. Beliau sampaikan ‘mari direncanakan secara teknis dengan baik’,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan itu Prabowo juga meminta Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menindaklanjuti rencana itu.
“Seandainya dapat disetujui oleh kerajaan Arab Saudi, Insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri,” sebut Prabowo.
“Belum ada perkembangan terbaru terkait penutupan Stasiun Karet,” kata Raden kepada CNBC Indonesia, Minggu (4/5/2025).
Raden menambahkan saat ini progresnya masih sesuai dengan perkembangan perbaikan fasilitas integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City atau Stasiun Sudirman Baru.
“Perkembangannya masih sesuai program sebelumnya yakni menyiapkan perbaikan fasilitas integrasi stasiun Karet dan BNI City,” tambahnya.
Terkait targetnya, Raden mengatakan belum dapat memastikan dan pihaknya juga perlu membahas lagi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
“Target penutupan belum tahu ya, belum dibahas lagi dengan DJKA,” pungkasnya.
Sebelumnya, Stasiun yang berada di antara Stasiun BNI City dan Stasiun Tanah Abang ini rencananya akan ditutup pada April lalu. Namun hingga saat ini, Stasiun Karet masih dibuka untuk melayani pelanggan.
Sementara itu, proses perbaikan Stasiun BNI Citu dengan menambah pintu masuk baru penumpang di Stasiun BNI City juga masih berlangsung.
Adapun alasan Stasiun Karet ditutup karena jarak dari stasiun ini ke Stasiun BNI City cukup dekat, sehingga dinilai tidak efektif. Selain itu, penutupan juga dilakukan demi keselamatan penumpang.
Saat ini, KAI Commuter bersama KAI tengah melakukan pembahasan dan koordinasi bersama DJKA, untuk mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Sebab, berdasarkan riset dan pengamatan faktual yang dilakukan, posisi Stasiun Karet hanya berjarak 350 meter dari Stasiun BNI City.
Selain dapat menyingkat waktu perjalanan kereta, keberadaan Stasiun Karet dinilai sudah tidak layak. Berdasarkan data KAI, dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2 ribu penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit. Hal itu tentunya membutuhkan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang.
Padahal, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, sehingga lebih beresiko terhadap keselamatan pengguna. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.
Kratom merupakan tanaman tropis yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, kratom banyak tumbuh di Kalimantan khususnya di sepanjang Sungai Kapuas.
Daun kratom mengandung dua senyawa aktif utama, yaitu mitragynine dan 7-hydroxymitragynine, yang memiliki efek sebagai obat analgesik atau pereda rasa sakit. Tanaman ini telah lama digunakan oleh masyarakat di Indonesia untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti nyeri, kelelahan, dan gangguan pencernaan.
“(Kratom) ada yang bisa diminum, kalau nggak salah bisa berbentuk sirup. Jadi dia bisa diseduh seperti teh, itu kayak semacam untuk vitalitas badan, segala macam,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso dikutip Minggu (4/5/2025).
Tata niaga kratom resmi diatur pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2024 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor. Kedua Permendag mengatur komoditas kratom yang boleh diekspor dan yang dilarang.
Ekspor kratom dalam bentuk bubuk ini, dapat diolah menjadi berbagai produk kesehatan dan herbal. Mendag mengatakan, momen pelepasan ekspor kratom telah banyak dinanti pelaku usaha.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan aturan tata niaga ekspor kratom sehingga memberikan manfaat bagi para petani dan pelaku ekspor kratom. Selamat kepada para pelaku usaha kratom yang telah berhasil menembus pasar internasional dengan memenuhi standar ekspor yang ditetapkan pemerintah,” bebernya.
Data BPS pada 2023 menunjukkan AS sebagai pengimpor terbesar kratom dari Indonesia, dengan volume mencapai 4.694 ton dan nilai ekspor sekitar US$ 9,15 juta. Sementara berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), dari seluruh ekspor kratom Indonesia, DKI Jakarta menjadi pemain utama. Kontribusinya mencapai US$ 4,45 juta, atau sekitar 60,75% dari total nilai ekspor.
Kalimantan Barat dan Jawa Timur menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan kontribusi signifikan. Di pasar luar negeri, Kratom yang diolah menjadi bentuk ekstrak dihargai mencapai US$ 6.000 per kg.
Namun, kratom memiliki tantangan terkait legalitasnya di pasar internasional. Di AS, permintaan kratom terus meningkat meski status legalitasnya masih belum mendapat pengesahan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Meskipun demikian, masyarakat AS membeli begitu banyak kratom dan produk berbahan dasar kratom, baik secara online atau di minimarket pom bensin, toko serba ada, toko rokok, dan bar, sehingga menjadi industri senilai US$ 1 miliar.
Sementara di Jepang dan Jerman mengizinkannya dalam penggunaan terbatas. India, dengan kebijakan yang lebih longgar, menjadi salah satu pasar ekspor terbesar. Legalitas yang bervariasi ini menuntut perhatian Indonesia dalam menjaga kualitas produk agar dapat memenuhi standar global yang terus berkembang.
Di dalam negeri, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Jawa Timur adalah provinsi utama yang menopang ekspor kratom, menyumbang hampir seluruh nilai ekspor nasional. Ini menunjukkan pentingnya penguatan hilirisasi di wilayah penghasil untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut dari komoditas ini.
Kendati demikian, status perdagangan kratom di dalam negeri masih belum jelas. Mendag Budi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur peredaran kratom di pasar domestik.
“Jadi belum ada peraturan yang terkait dengan perdagangan di dalam negeri. Ini kan kebanyakan untuk ekspor semua,” ujar Budi.
“Gangguan ini karena pemerintah tidak tegas ke ormas. Ini bisa menjadi ancaman untuk investasi yang ada di Indonesia karena mereka menjadi tidak nyaman,” kata Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (3/5/2025).
Apalagi belakangan mulai banyak pabrik di industri padat karya yang tutup, diantaranya tekstil. Hal ini menimbulkan masalah baru yakni pengangguran.
Karena kesulitan mencari pekerjaan baru dan terhimpitnya ekonomi, diduga sebagian masyarakat mencari jalan pintas yakni bergabung dengan ormas. Namun, Esther menilai bergabungnya sebagian masyarakat ke dalam ormas karena memang faktor lain.
“Kalau ini bukan karena sulit ekonomi. Memang ada orang orang yang punya passion di ormas,” ucap Esther.
Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak cepat untuk menghentikan praktik pemerasan ini. Jika tidak, maka investor bakal lebih memilih negara lain dibandingkan Indonesia.
“Tapi kondisi ini jika dibiarkan maka akan banyak pabrik hengkang dari Indonesia kemudian layoff tenaga kerja bertambah sehingga ini membuat lebih banyak pengangguran di Indonesia,” sebut Esther.
Sementara itu pengamat properti Aleviery Akbar menyebut bahwa kehadiran ormas bisa membuat investor tidak nyaman, termasuk pada kasus pembangunan mobil listrik BYD di Subang. Selain itu juga akan menambah biaya dari pelaku usaha yang akhirnya biaya tersebut bisa membebani konsumen atau masyarakat.
“Terkait premanisme pada pembangunan di sektor properti sebenarnya bukan hal yang baru sudah lama berlangsung tapi menjadi viral karena menyangkut pabrik besar Kendaraan Listrik di Subang. Biaya ekonomi yang ditanggung karena tindakan Ormas atau Premanisme ini agak sulit untuk diperkirakan tapi jelas sangat mengganggu ekosistem investasi di Indonesia,” kata Aleviery.
Sebelumnya, sejumlah pengusaha mengaku resah karena tindakan premanisme ormas seperti meminta Tunjangan Hari Raya (THR) hingga jatah proyek.
Mereka adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarief, hingga Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri.