Ormas Preman Bisa Bawa Malapetaka bagi RI, Pengusaha Teriak!

Truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok di tengah isu kena palak ormas dan preman. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)

Tantangan dunia usaha bukan hanya perihal perekonomian saja, namun tindakan premanisme ormas juga menimbulkan kekhawatiran. Banyak pelaku usaha yang cemas untuk berusaha karena khawatir dipalak oleh tindakan premanisme ormas ini.

“Gangguan ini karena pemerintah tidak tegas ke ormas. Ini bisa menjadi ancaman untuk investasi yang ada di Indonesia karena mereka menjadi tidak nyaman,” kata Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (3/5/2025).

Apalagi belakangan mulai banyak pabrik di industri padat karya yang tutup, diantaranya tekstil. Hal ini menimbulkan masalah baru yakni pengangguran.

Karena kesulitan mencari pekerjaan baru dan terhimpitnya ekonomi, diduga sebagian masyarakat mencari jalan pintas yakni bergabung dengan ormas. Namun, Esther menilai bergabungnya sebagian masyarakat ke dalam ormas karena memang faktor lain.

“Kalau ini bukan karena sulit ekonomi. Memang ada orang orang yang punya passion di ormas,” ucap Esther.

Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak cepat untuk menghentikan praktik pemerasan ini. Jika tidak, maka investor bakal lebih memilih negara lain dibandingkan Indonesia.

“Tapi kondisi ini jika dibiarkan maka akan banyak pabrik hengkang dari Indonesia kemudian layoff tenaga kerja bertambah sehingga ini membuat lebih banyak pengangguran di Indonesia,” sebut Esther.

Sementara itu pengamat properti Aleviery Akbar menyebut bahwa kehadiran ormas bisa membuat investor tidak nyaman, termasuk pada kasus pembangunan mobil listrik BYD di Subang. Selain itu juga akan menambah biaya dari pelaku usaha yang akhirnya biaya tersebut bisa membebani konsumen atau masyarakat.

“Terkait premanisme pada pembangunan di sektor properti sebenarnya bukan hal yang baru sudah lama berlangsung tapi menjadi viral karena menyangkut pabrik besar Kendaraan Listrik di Subang. Biaya ekonomi yang ditanggung karena tindakan Ormas atau Premanisme ini agak sulit untuk diperkirakan tapi jelas sangat mengganggu ekosistem investasi di Indonesia,” kata Aleviery.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha mengaku resah karena tindakan premanisme ormas seperti meminta Tunjangan Hari Raya (THR) hingga jatah proyek.

Mereka adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarief, hingga Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Syaiful Bahri.

Togel Online

IHSG Lanjutkan Pesta, Pagi Ini Dibuka Naik 0,47%

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan bulan ini di zona positif dan semakin dekat ke level 6.800. 

IHSG dibuka naik 0,47% ke level 6.798,76. Sebanyak 236 saham naik, 130 turun, dan 224 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 760,44 miliar yang melibatkan 681,3 juta saham dalam 46.329 kali transaksi. 

Adapun sepanjang periode April 2025, IHSG mencatatkan kenaikan 3,93% dan bertengger di level 6.766,8 pada Rabu (30/4/2025). 

Sementara itu, jika melihat secara historis, IHSG selama 10 tahun terakhir pada periode Mei dominan mencatatkan pelemahan, hanya di tahun 2015 dan 2020 IHSG menguat di periode Mei.

Melihat penguatan IHSG pada periode Maret dan April 2025, mendorong potensi IHSG harus rehat sejenak pada bulan ini. Hal ini seiring dengan beberapa sentimen yang kemungkinan akan menjadi kabar buruk untuk pasar saham sepanjang bulan ini. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ekonomi Amerika Serikat (AS) berkontraksi dalam tiga bulan pertama tahun 2025 karena lonjakan impor di awal masa jabatan kedua Presiden Donald Trump saat ia melancarkan perang dagang yang berpotensi merugikan.

Produk domestik bruto, jumlah semua barang dan jasa yang diproduksi dari Januari hingga Maret, turun pada kecepatan tahunan 0,3%, menurut laporan Departemen Perdagangan Rabu (30/4/2025) yang disesuaikan dengan faktor musiman dan inflasi. Ini adalah kuartal pertama pertumbuhan negatif sejak Q1 tahun 2022.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones telah mencari keuntungan sebesar 0,4% setelah PDB naik sebesar 2,4% pada kuartal keempat tahun 2024. Namun, selama beberapa hari terakhir beberapa ekonom Wall Street mengubah pandangan mereka menjadi pertumbuhan negatif, sebagian besar karena peningkatan impor yang tidak terduga karena perusahaan dan konsumen berusaha untuk mengatasi tarif Trump yang diterapkan pada awal April.

Perlambatan belanja konsumen dan penurunan tajam dalam pengeluaran federal juga berkontribusi pada angka PDB yang lemah di tengah upaya Elon Musk di Departemen Efisiensi Pemerintah.

Laporan tersebut memberikan sinyal silang bagi The Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan kebijakannya minggu depan. Sementara angka pertumbuhan negatif mungkin mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga, pembacaan inflasi dapat membuat para pembuat kebijakan berpikir ulang.

kas138

Curhat Buruh Perempuan: Harga di Pasar Naik hingga Kontrak Nggak Jelas

Aksi May Day dari Serikat Pekerja Kampus di Depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, (1/5/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Hari Buruh Internasional (May Day) untuk tahun 2025 telah dirayakan buruh di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kemarin. Sejumlah aspirasi pun disuarakan oleh buruh, termasuk buruh perempuan.

Kemarin, ratusan buruh dari berbagai daerah berkumpul di depan Gedung DPR/MPR/DPD untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Beragam tuntutan disuarakan oleh para buruh mulai dari kesejahteraan hingga kepastian hukum.

Salah seorang buruh perempuan yang diwawancarai menyoroti betapa lemahnya upaya perlindungan terhadap buruh dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, pendekatan pemerintah selama ini terlalu reaktif.

Anggota Barisan Pelopor atau Bapor, Casmi, menjelaskan di tengah ketidakpastian ekonomi, pemerintah masih belum memiliki tindakan yang tepat untuk menangani PHK massal yang kerap terjadi kepada para buruh pabrik.

“Misalkan ada antisipasi PHK. Jangan cuma satgas yang kira-kira habis di PHK baru ada tindakan. Kita cegah sebelumnya,” ujar Casmi kepada CNBC Indonesia di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Kamis (1/5/2025).

Tak hanya itu Casmi juga menyayangkan kebijakan buruh yang berlaku saat ini masih jauh dari berpihak. Selama Undang-Undang Cipta Kerja tetap diberlakukan, posisi buruh tetap terpinggirkan.

Kenaikan upah minimum regional (UMR) yang kerap dijadikan pencapaian oleh pemerintah, menurut Casmi, tidak menjawab persoalan mendasar.

“Naik gaji juga tetap saja harga di pasar-pasar juga naik. Kenaikan bahan pokok makanan juga naik, tarif listrik juga naik. Itu yang bikin kita tetap di posisi tertindas,” tegasnya.

Casmi menuntut agar pemerintah berhenti memberi karpet merah kepada pengusaha. Pemerintah harus berpihak kepada buruh.

“Bukan hanya pengusaha yang bikin kita makin sengsara,” katanya.

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika pun mengatakan dampak krisis ekonomi yang tidak hanya menghantam sektor industri, tapi juga sektor agraria.

“Krisis ekonomi dan penutupan pabrik justru sekarang ini direspons dengan pembangunan hilirisasi yang bersumber dari agraria, dari tanah-tanah ekonomi. Tapi keberpihakan pemerintah, termasuk Prabowo, belum menyentuh akar persoalan itu,” ujarnya.

Dewi mengingatkan bahwa PHK tidak hanya terjadi di pabrik, tapi juga di sektor agraria yang semakin tertekan. Menurutnya, janji-janji swasembada pangan tidak akan berarti tanpa reformasi agraria yang konkret.

“Prabowo belum melakukan reformasi agraria. Padahal, swasembada pangan itu seharusnya memperkuat petani, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Terpisah di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, buruh perempuan lainnya, Pilka (28 tahun) dari PT SIK Karawang, bercerita tentang sulitnya sistem kontrak berkepanjangan.

“Kami magang satu tahun, tapi kontrak harus diperpanjang tiap tiga bulan. Capek,” katanya. “Anak-anak muda itu harusnya sudah bisa jadi karyawan tetap, bukan terus-menerus diperpanjang,” lanjutnya.

Meski begitu, Pilka bersyukur kondisi perusahaannya relatif baik. Termasuk dari sisi tunjangan yang dinilainya mencukupi.

“Tapi nggak semua perusahaan kayak gitu. Banyak teman yang belum seberuntung saya,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan pesan untuk buruh perempuan yang tidak bisa hadir dalam May Day kali ini.

“Semoga tahun depan bisa datang, bisa ikut merasakan semangatnya. Hari ini kita wakili mereka semua,” katanya.

kas138

BPS: Inflasi April 2025 Tembus 1,17%

Rilis BPS Jumat (2/5/2025). (Tangkapan layar BPS)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 1,17% secara bulanan. Secara tahunan atau year on year, inflasi mencapai 1,95%.

“Inflasi April mencapai 1,17%,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Jumat (2/5/2025)

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan (month to month/mtm) diproyeksi akan naik atau mengalami inflasi sebesar 1,04%.

Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi diproyeksi akan berada di level 1,74%.

Sebagai catatan, inflasi Maret 2025 tercatat 1,65% (mtm) dan 1,03% (yoy). Inflasi bulanan Maret lalu adalah yang tertinggi sejak Desember 2014.

Konsensus CNBC Indonesia juga memperkirakan inflasi inti pada Maret 2025 akan berada di 2,5% (yoy), naik dibandingkan Maret 2025 (2,48%).

kas138

Banyak Sarjana Menganggur, Gelar & Ijazah Tak Bisa Lagi Jadi Senjata

Ratusan Ribu Sarjana di Indonesia Menganggur

Gelar sarjana dulu dipuja, dianggap sebagai pintu menuju masa depan cerah. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Makin banyak lulusan universitas di Indonesia justru masuk dalam lingkaran pengangguran, menunggu tanpa kepastian, di tengah pasar kerja yang kian selektif dan jenuh.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren yang mencemaskan. Pada 2014, jumlah penganggur bergelar sarjana tercatat sebanyak 495.143 orang. Angka ini melonjak drastis menjadi 981.203 orang pada 2020, dan meski sempat turun menjadi 842.378 orang di 2024, jumlah tersebut tetap tergolong tinggi.

Lonjakan terbesar terjadi saat pandemi Covid-19 menerjang. Dunia kerja nyaris lumpuh, rekrutmen dibekukan, dan ribuan lulusan baru terpaksa memulai karier mereka di tengah krisis global. Namun masalahnya jauh lebih dalam dari sekadar pandemi.

Secara angka absolut, lulusan SMA memang masih mendominasi jumlah pengangguran mencapai 2,51 juta orang pada 2023. Tapi para lulusan SMA cenderung lebih fleksibel. Banyak dari mereka yang langsung menyerap peluang di sektor informal atau pekerjaan teknis yang tak menuntut ijazah tinggi.

Berbeda halnya dengan sarjana. Mereka sering terjebak dalam kondisi yang disebut “aspirational mismatch” ketika mimpi, ekspektasi, dan kenyataan tidak bertemu di titik yang sama. Banyak yang enggan menerima pekerjaan di luar bidang studi, atau yang dianggap kurang bergengsi. Mereka lebih memilih menunggu, meski waktu terus berjalan.

Ada pula fenomena “reservation wage gap”, di mana lulusan universitas menargetkan gaji atau posisi ideal yang belum tentu tersedia di pasar. Alhasil, mereka terpaksa menunggu lebih lama, dan jumlah pengangguran menumpuk.

Diploma, Jalan Tengah yang Mulai Menunjukkan Taring

Menariknya, lulusan diploma justru menunjukkan tren yang lebih stabil. Pada 2014, jumlah penganggur diploma ada di angka 193.517, naik ke 305.261 pada 2020, lalu turun ke 170.527 orang pada 2024.

Stabilitas ini bukan kebetulan. Pendidikan vokasional atau diploma memang lebih menekankan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Banyak perusahaan lebih suka merekrut talenta yang siap pakai ketimbang lulusan sarjana yang butuh waktu adaptasi.

Masalah utama bukan semata soal jumlah lapangan kerja, tapi ketidaksesuaian keterampilan. Kurikulum perguruan tinggi masih banyak yang belum responsif terhadap perubahan dunia kerja. Koneksi antara kampus dan industri juga kerap lemah. Sementara itu, kewirausahaan belum menjadi budaya kuat di kalangan mahasiswa.

Maka untuk keluar dari krisis ini, perubahan harus dimulai dari hulu. Kampus perlu mendesain ulang pendekatan pendidikannya menekankan keterampilan praktis, digital, kolaboratif, dan membuka lebih banyak kanal magang serta kemitraan dengan industri. Tak kalah penting, mahasiswa perlu dibekali dengan mental pengusaha, bukan hanya pencari kerja.

Fakta bahwa gelar sarjana tak otomatis menjamin pekerjaan bukanlah akhir cerita. Ini justru panggilan untuk transformasi. Jika pendidikan tinggi bisa beradaptasi, dan lulusan mampu menjembatani mimpi dengan kenyataan, maka angka pengangguran sarjana bisa ditekan.

Indonesia tidak kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah sistem pendidikan yang relevan, ekosistem kerja yang inklusif, dan keberanian untuk berpikir ulang tentang arti sebenarnya dari kesuksesan pasca-wisuda.

Rosan Resmikan Badan Usaha Milik Ansor Siap Kolaborasi Danantara

Menteri Investasi Rosan Roeslani potong pita dengan Ketum GP Ansor Addin Jauharudin di Gedung BUMA di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Gerakan Pemuda Ansor secara resmi meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), sebuah holding company yang mengonsolidasikan berbagai unit bisnis strategis di bawah satu atap. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani yang langsung meresmikannya di Gedung BUMA di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Gedung empat lantai ini akan menjadi sentral seluruh kegiatan perusahaan, di bawah bendera PT. Buma Bintang Perkasa. Adapun pembentukan BUMA menandai langkah GP Ansor dalam memperkuat kemandirian ekonomi, memberdayakan generasi muda, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.

“Ini adalah upaya yang baik dari GP Ansor dalam meraih kemandirian ekonomi. Tidak hanya untuk organisasinya, tapi juga untuk perekonomian bangsa kita. Untuk kemandirian, jika negara membuat Danantara, GP Ansor membuat BUMA. Dan kita bisa berkolaborasi,” ujar Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara dalam peresmian tersebut, Rabu (30/4/2025).

BUMA menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor vital, di antaranya Teknologi Informasi (IT), ketenagakerjaan, tour and travel, retail dan perdagangan, media dan event organizer (EO), pertambangan, hingga ekspor-impor.

“Keberanian melangkah itu sangat penting dan ini langkah awal menuju langkah besar, dan itu dimulai dari langkah kecil, ini langkah kecil yang ke depannya akan besar, kita ngga tau seperti apa nanti, tapi dengan niat yang baik insya Allah BUMA akan berkembang,” kata Rosan.

Ketua Bidang BUMA, Tommy Darmadi menjelaskan BUMA akan mengoperasikan berbagai unit usaha strategis dengan memanfaatkan jaringan Ansor di seluruh Indonesia. Salah satu program unggulan adalah Ansor Stokis, yang bertujuan memberdayakan UMKM dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal. Program Ansor Stokis yang telah diluncurkan pada Desember 2024 lalu, mendapat dukungan penuh dari Kementerian UMKM dan telah melibatkan lebih dari 30 UMKM dari Jabodetabek dalam peluncuran perdananya.

OJK: Penerapan AI di Perbankan Beri Nilai Tambah Ratusan Miliar Dolar

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, sektor keuangan dan perbankan tidak luput dari paparan teknologi artifisial yang akan digunakan untuk kemudahan layanan hingga menghemat biaya operasional.

Menurutnya, sekitar 80% bank menyadari potensi pembelajaran mesin atau machine learning sebagai bagian dari kecerdasan artificial untuk menghemat biaya operasional. Bahkan teknologi AI diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah hingga US$ 340 miliar secara global.

“Ini saya kira sangat luar biasa signifikan jumlahnya,” ujarnya dalam acara peresmian tata kelola kecerdasan artifisial perbankan secara virtual, Selasa (29/4).

Meskipun demikian, Dian mengaku, pemanfaatan kecerdasan artificial juga diiringi dengan tantangan yang tidak ringan seperti penyalahgunaan deepfake, kurangnya transparansi algoritma, black box, bias dalam pengambilan keputusan, kerentanan terhadap serangan cyber, hingga persoalan etika dan kesiapan sumber daya manusia.

Harapannya, buku panduan tata kelola kecerdasan artificial perbankan Indonesia yang telah diterbutkan dapat mendukung akselerasi transformasi digital sektor perbankan.

Ia menekankan, implementasi kecerdasan artificial pada perbankan yang bertanggung jawab tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dan terintegrasi dalam sistem tata kelola yang komprehensif.

Dian menambahkan, ada beberapa nilai utama yang menjadi fondasi tata kelola kecerdasan artificial. Pertama adalah keandalan atau reliability untuk memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan selaras dengan strategi dan tujuan bank.

Kemudian terkait dengan akuntabilitas atau accountability, agar setiap sistem dapat dipertanggung jawabkan secara menyeluruh. Pengawasan oleh manusia juga adalah salah satu nilai utama atau human oversight sebagai syarat mutlak dalam mewujudkan sistem kecerdasan artificial yang layak dipercaya.

Ia melanjutkan, tiga elemen yang perlu diintegrasikan dalam tata kelola kecerdasan artificial di antaranya, sumber daya manusia melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi. Sebab, SDM di Indonesia terkait dengan artificial intelligence ini masih sangat terbatas.

Selanjutnya, ada proses yang mencakup kebijakan, prosedur serta manajemen risiko dan kepatuhan. Kemudian terkait dengan teknologi yang harus bersifat transparan, aman dan adaptif terhadap risiko.

AS Sorot Wajib Sertifikasi Halal, Bos APINDO Ungkap Fakta Tak Terduga

Stiker Halal yang tertempel di pintu masuk salah satu restoran siap saji di Salemba, Jakarta, Jumat (15/3/2024). Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mengejar target 10 juta produk bersertifikat halal pada 2024, sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai produsen makanan dan minuman halal nomor satu dunia pada tahun yang sama. McDonalds Indonesia menjaadi restoran cepat saji pertama yang menerima sertifikat halal yang berlaku sepanjang masa dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pemberlakuan aturan wajib halal di Indonesia kini menjadi sorotan, usai pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyampaikan keluhan para pelaku industri AS terkait implementasi regulasi sertifikasi halal di Indonesia. Hal ini sebagaimana tertuang dalam laporan tahunan 2025 National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers yang dirilis oleh USTR beberapa waktu lalu.

Mirisnya, pemberlakuan aturan wajib halal di Indonesia bukan hanya dinilai menghambat investor asing, tetapi juga bagi pelaku usaha dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengakui regulasi ini memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia usaha.

“Ya jadi untuk sertifikasi halal ini juga merupakan satu tantangan lah ya,” ujar Shinta saat ditemui usai acara Forum Bisnis Indonesia-Korea di Jakarta, Senin (28/4/2025).

Ia menjelaskan, tantangan sertifikasi halal tidak hanya dirasakan oleh investor asing, seperti yang dikeluhkan AS dalam laporan tahunan USTR, tapi juga dirasakan oleh investor lokal.

“Jadi ini sebenarnya sudah banyak (keluhan), dan ini juga bukan hanya untuk investor luar tapi juga investor dalam negeri,” lanjutnya.

Shinta mengatakan, pihaknya selama ini terus bekerja sama dengan otoritas halal di Indonesia untuk mencari solusi memperlancar proses sertifikasi tersebut. Salah satu yang diupayakan adalah mendorong kerja sama pengakuan sertifikasi antarnegara atau mutual recognition agreement (MRA).

“Satu hal yang penting kalau dengan investor luar itu adalah mutual recognition agreement. Karena kalau punya mutual recognition dengan negara lain itu berarti yang diakui di Indonesia itu akan mempermudah daripada proses sertifikasi halal tersebut,” terang dia

“Itu yang kami usulkan, MRA dengan negara lain, Indonesia dengan negara lain, sehingga tidak perlu mengulang semua prosesnya kembali,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat melalui laporan 2025 National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers memang menyoroti ketatnya regulasi halal di Indonesia. USTR menilai kebijakan sertifikasi halal yang diatur dalam Undang-Undang No 33 Tahun 2014 dan sejumlah peraturan turunannya, menjadi hambatan non-tarif baru yang memberatkan pelaku usaha asing, termasuk industri farmasi dan alat kesehatan dari AS.

Dalam laporan tersebut, disebutkan sertifikasi halal Indonesia mencakup seluruh rantai produksi, dari bahan baku, proses produksi, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi dan pemasaran. Ketentuan ini dianggap menambah biaya operasional dan memperlambat masuknya produk ke pasar.

Investor AS Bisa Ramal Krisis, Cuan Hampir 10.000%

Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia)

 Seorang investor asal Amerika Serikat (AS) yakni Bill Ackman cuan hingga berlipat ganda berkat analisisnya terhadap pasar saham saat pandemi Covid-19 melanda.

Menurut laporan Vanity Fair berjudul ‘The Inside Story of How the World’s Biggest Companies Survived an Economy on the Brink’, pada saat kondisi ekonomi yang tak stabil saat itu, Ackman justru mengantongi cuan sebesar US$ 4 miliar atau setara Rp 61 triliun.

Lantas, apa rahasia Ackman?

Melansir BusinessInsider, Minggu (27/4/2025) laporan tersebut menyebutkan bahwa miliarder AS ini telah meramalkan guncangan ekonomi global sebelum benar-benar terjadi.

Ketika penyebaran virus Covid-19 tinggi di beberapa negara pada 2020 lalu, Ackman menyadari bahwa ini akan berpengaruh pada pasar saham. Perusahaan investasinya, Pershing Square Capital Management, akhirnya memutuskan melakukan hedge investment besar-besaran.

Hedge investment adalah pendanaan yang digelontorkan untuk melindungi nilai saham. Ackman melakukannya melalui credit-default swaps (CDS).

Serupa dengan asuransi, CDS membeli perlindungan bagi suatu lembaga/pihak lain agar tidak mengalami kerugian finansial. CDS menghubungkan investor dengan pembeli lain yang rela mengambil risiko pihak pertama dengan kompensasi uang tertentu.

Nilai kontrak akan bertambah seiring potensi risiko yang dipertaruhkan makin nyata. Singkatnya, nilai kontrak CDS yang dikeluarkan Ackman melambung tinggi gara-gara ketakutan publik dan berhentinya kegiatan perekonomian.

Ackman mengantongi profit US$ 2,6 miliar (setara Rp 31 triliun) dalam kurun waktu kurang dari sebulan berkat taktik ekonomi yang ia lakukan.

Selain memprediksi Covid bakal membawa bencana ekonomi, Ackman juga meramalkan kondisi tersebut akan pulih dengan cepat. Berkat ketajaman analisa ekonominya, Ackman secara total mengantongi US$ 4 miliar selama periode pandemi.

7 Tanda HP Terinfeksi Malware, Ini Tips Aman-Cegah Jadi Korban Phising

INFOGRAFIS, Daftar 24 Aplikasi Berbahaya

Semakin pesatnya kemajuan teknologi di dunia membuat peranan ponsel pintar (smartphone) alias HP (handphone) semakin penting dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi, ancaman keamanan seperti malware juga semakin berkembang.

Malware sendiri merupakan salah satu bentuk virus yang dapat menjangkiti sistem perangkat, termasuk di HP.

Virus ini dapat menyusup ke dalam perangkat HP melalui berbagai cara, mulai dari tautan mencurigakan, iklan, hingga melewati aplikasi. Jika dibiarkan, maka akan merusak sistem, mencuri data pribadi, hingga membuat kecepatan kerja HP makin melambat.

Lalu bagaimana jika virus tersebut sudah menjangkiti HP anda? Berikut rangkumannya.

Ciri-ciri HP Terinfeksi Malware

Umumnya, malware akan menyerang, merusak, atau menonaktifkan komputer, sistem komputer, jaringan, tablet, termasuk HP.

Malware hadir dalam berbagai bentuk dan menggunakan taktik yang berbeda untuk melakukan serangannya.

Mengutip F-Secure, berikut adalah tanda-tanda jika HP anda terserang malware:

1. Pesan Aneh Tiba-Tiba Muncul

Jika Anda mulai menerima atau mengirim pesan yang tidak Anda kenali, terutama yang berisi tautan atau konten mencurigakan, ini bisa menjadi tanda bahwa malware telah menginfeksi perangkat Anda. Beberapa jenis malware bahkan dapat mengirim pesan tanpa sepengetahuan Anda.

2. Iklan Pop-up yang Mengganggu

Munculnya iklan pop-up yang berlebihan, terutama saat Anda tidak menggunakan aplikasi tertentu, bisa menjadi indikasi adanya adware atau malware yang menargetkan perangkat Anda.

3. Tagihan Tak Terduga

Jika Anda melihat adanya biaya yang tidak dikenali pada tagihan ponsel Anda, seperti pembelian dalam aplikasi atau langganan yang tidak Anda setujui, malware mungkin telah melakukan transaksi tanpa izin Anda.

4. Kinerja Ponsel Menurun

Ponsel yang tiba-tiba menjadi lambat, sering macet, atau aplikasi yang sering keluar sendiri bisa menjadi tanda bahwa malware sedang berjalan di latar belakang, mengonsumsi sumber daya sistem.

5. Penggunaan Data yang Meningkat Drastis

Lonjakan penggunaan data yang tidak biasa dapat menunjukkan bahwa malware sedang mengirim atau menerima data tanpa sepengetahuan Anda, yang tidak hanya menguras kuota data tetapi juga dapat membahayakan privasi Anda.

6. Aplikasi Tak Dikenal Terinstal

Jika Anda menemukan aplikasi yang tidak pernah Anda unduh atau instal, ini bisa menjadi tanda bahwa malware telah menginstal perangkat lunak tambahan tanpa izin Anda.

7. Baterai Cepat Habis

Penurunan daya tahan baterai yang signifikan, terutama jika ponsel menjadi panas saat disentuh, dapat menunjukkan bahwa malware sedang aktif di latar belakang, menjalankan proses yang menguras baterai.

Cara Melindungi HP dari Malware:

Untuk menjaga keamanan perangkat Anda dari ancaman malware, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

  • Selalu update sistem operasi (OS)
  • Update perangkat lunak (software)
  • Instal antivirus pada perangkat dan update selalu
  • Telusuri internet dengan situs yang aman dan tidak menggunakan domain yang aneh-aneh
  • Selalu waspada terhadap jenis penipuan dengan dukungan teknis, seperti mewaspadai adanya bentuk iklan pop-up
  • Tidak mengirimkan data pribadi dan data sensitif menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman seperti di pusat perbelanjaan atau cafe
  • Selalu waspada akan modus serangan phising seperti bijak dalam merespons kesalahan permintaan informasi pribadi, URL yang tidak cocok, dan link situs yang tidak biasa.