Pasang Iklan 0896 100 500 50
Alaku
Alaku
Alaku
Agamaku

Pengertian Ittiba Dalam Islam: Penjelasan,Jenis dan Kedudukan

8
×

Pengertian Ittiba Dalam Islam: Penjelasan,Jenis dan Kedudukan

Sebarkan artikel ini
Pengertian Ittiba Dalam Islam: Penjelasan,Jenis dan Kedudukan
Pengertian Ittiba Dalam Islam: Penjelasan,Jenis dan Kedudukan - foto dok RGBID

Ilmu fiqih memiliki banyak cabang, salah satunya Ushul Fiqh. Di dalam Ushul Fiqh sendiri ada Ittiba yang masuk ke ruang lingkupnya.
Mengutip buku Ushul Fiqh: Jalan Tengah Memahami Hukum Islam oleh Amrullah Hayatudin, S.H.I., M.Ag, kata ittiba berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata kerja atau fi’il ittaba’a, yattbi’u ittibaa’an yang artinya mengikut atau menurut. Namun ittiba menurut istilah adalah menerima perkataan orang lain dengan mengetahui sumber atau alasan perkataan tersebut, sebagaimana yang diutarakan oleh Abdul Hamid Hakim

Ittiba’ dalam Islam merujuk pada tindakan mengikuti atau mencontoh Nabi Muhammad SAW dan ajarannya. Ini adalah prinsip penting dalam kehidupan seorang Muslim, karena Nabi Muhammad dianggap sebagai teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan. Ittiba’ mencakup berbagai hal, termasuk perilaku, etika, ibadah, dan pandangan hidup yang diambil dari contoh dan ajaran Nabi.

Dalam konteks ibadah, ittiba’ berarti menjalankan perintah Allah dan mengikuti tata cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam menjalankan ibadah, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Ittiba’ juga berlaku dalam hal-hal seperti berperilaku baik, bersikap jujur, berlaku adil, dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Baca Juga:  Menggali Lebih Dalam tentang Syirik

Prinsip ittiba’ mencerminkan komitmen seorang Muslim untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan mengambil Nabi Muhammad sebagai contoh utama. Ittiba’ adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengembangkan karakter yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam konteks Islam, ada beberapa jenis atau aspek dari konsep “ittiba’” yang mengacu pada pengikutannya terhadap ajaran dan contoh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa jenis ittiba’

1. Ittiba’ dalam Ibadah
Ini mencakup mengikuti tata cara dan cara ibadah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, seperti melakukan sholat, puasa, zakat, dan haji sesuai dengan tuntunan beliau.

2. Ittiba’ dalam Etika dan Akhlak
Ini melibatkan meniru etika dan akhlak mulia Nabi Muhammad dalam berinteraksi dengan orang lain. Contohnya, berlaku jujur, adil, berempati, sabar, dan penuh kasih sayang.

Baca Juga:  Bersedekah Hari Jum’at Lebih Mulia dari Pada Hari Lain

3. Ittiba’ dalam Perilaku Sosial
Ini mencakup mencontoh Nabi Muhammad dalam berperilaku dalam masyarakat, termasuk menghormati tetangga, mengunjungi orang sakit, membantu yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada semua orang.

4. Ittiba’ dalam Pendidikan dan Pengetahuan
Ini melibatkan mencari pengetahuan dan pendidikan dengan semangat untuk meningkatkan diri dan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Nabi dalam mengajarkan Islam kepada umatnya.

5. Ittiba’ dalam Kepemimpinan
Mencakup mengambil contoh kepemimpinan Nabi Muhammad dalam memimpin dengan keadilan, bijaksana, dan memperjuangkan kepentingan umat.

6. Ittiba’ dalam Kesederhanaan
Mengikuti contoh Nabi Muhammad dalam menjalani hidup dengan kesederhanaan, menghindari sikap sombong, dan tidak berlebihan dalam hal materi.

7. Ittiba’ dalam Hubungan Keluarga
Ini mencakup mengambil contoh dalam berperilaku dan memperlakukan anggota keluarga dengan kasih sayang, menghormati orang tua, dan memahami hak dan kewajiban dalam keluarga.

Baca Juga:  Larangan Memotong Kuku Menjelang Hari Raya Idul Adha

 

Kedudukan “ittiba’” dalam Islam sangatlah penting. Ini merujuk pada tindakan mengikuti ajaran dan contoh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan. Kedudukan “ittiba’”

1. Kewajiban Mengikuti
Ittiba’ adalah kewajiban bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai suri tauladan yang sempurna, dan umat Muslim diharapkan untuk mengikuti jejak dan ajarannya.

2. Pengembangan Pribadi
Ittiba’ membantu dalam pengembangan pribadi dan spiritual. Dengan mengikuti tuntunan Nabi, seorang Muslim dapat memperbaiki karakter, etika, dan perilaku mereka.

3. Kedekatan dengan Allah
Mengikuti ajaran Nabi merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang membawa wahyu kepada umat manusia, dan mengikuti ajarannya membantu dalam memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

4. Pemeliharaan Tradisi Islam
Ittiba’ membantu dalam memelihara tradisi Islam dan menjaga kesinambungan ajaran agama Ini memastikan bahwa ajaran Islam tetap hidup dan relevan bagi generasi-generasi yang akan datang.

5. Panduan Hidup
Nabi Muhammad SAW memberikan panduan komprehensif tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik dan bermanfaat di dunia ini. Dengan mengikuti ajaran beliau, seorang Muslim dapat hidup dengan penuh makna dan tujuan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *