Pasang Iklan 081 2720 99 276
Alaku
Alaku
Alaku
Negaraku

Penerus Jokowi Diharapkan Perbanyak Kolaborasi

17
×

Penerus Jokowi Diharapkan Perbanyak Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Penerus Jokowi Diharapkan Perbanyak Kolaborasi
Penerus Jokowi Diharapkan Perbanyak Kolaborasi - foto dok infoindonesia

Relasi timbal balik, seperti setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Maka dari itu, setiap era pemimpin pasti wda nilai, ide, atau kepercayaannya sendiri.

Para sejarawan menyebut istilah itu dengan warna zaman. Pemimpin yang baik adalah yang mampu beradaptasi warna sebuah zaman. Namun pemimpin hebat adalah pemimpin yang mampu beradaptasi sekaligus membuat warna sendiri di zamannya.

Menjelang Pemilu 2024, ada banyak kandidat. Maka dari itu perlu dipertanyakan pemimpin mana yang bakal cocok dengan warna 5 tahun ke depan dan mempengaruhi zaman 5 tahun ke depan.

Tantangan serta kebutuhan zaman era sekarang adalah budaya yang serba praktis, inovatif dan kolaboratif. Pemimpin tentunya bukan hanya yang mampu membawa partai politiknya berkompetisi, tapi juga berkolaborasi.

Iklim coopetition ini akan mewarnai dunia politik 5 tahun ke depan. Dengan kenyataan disrupsi lingkungan yang sulit untuk diprediksi. Seperti contoh di mana semua unsur pemerintah berkolaborasi untuk menangan Pandemi beberapa waktu lalu. Mencari solusi bersama dalam mengembangkan vaksin guna mencegah banyaknya korban.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Langgar UU Pemilu 2017?

Istilah “coopetition” juga dapat diterapkan dalam konteks politik, mengacu pada situasi di mana partai politik atau pemerintahan yang berbeda secara ideologis atau politik dapat bekerja sama dalam beberapa isu atau proyek tertentu, meskipun pada umumnya mereka bersaing satu sama lain.

Contoh dari iklim coopetition politik dapat mencakup:

1. Koalisi Pemerintahan
Dalam beberapa sistem politik, partai yang mungkin bersaing dalam pemilihan dapat membentuk koalisi pemerintahan setelah pemilu untuk membangun mayoritas yang stabil di parlemen.

2. Aliansi Internasional
Negara-negara dengan perbedaan ideologi politik dapat bekerja sama dalam organisasi internasional untuk mengatasi masalah global seperti perubahan iklim atau krisis kemanusiaan.

3. Kolaborasi dalam Kebijakan
Partai atau politisi yang berbeda dapat bekerja sama dalam mengembangkan kebijakan tertentu yang dianggap penting bagi kepentingan nasional atau masyarakat.

Baca Juga:  Bertemu Saat Ibadah Haji,¬†Puan dan Anies Saling Mendoakan Kebaikan

4. Debat Terbuka
Meskipun bersaing dalam pemilihan, partai politik dapat melakukan debat terbuka dan berdiskusi tentang isu-isu penting dalam rangka memberikan informasi yang lebih baik kepada pemilih.

5. Pemilihan Umum Independen
Beberapa negara atau daerah mungkin memiliki lembaga pemilihan umum independen yang mengawasi integritas pemilihan, mengurangi risiko manipulasi politik.

Dalam konteks politik, iklim coopetition dapat membantu menciptakan kerja sama yang konstruktif di antara berbagai pihak yang mungkin memiliki perbedaan pendapat atau tujuan, namun masih ingin mencapai hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti contoh pemilu panas yang terjadi di Indonesia pada Pilpres 2019. Antara Jokowi dan Prabowo sama-sama berusaha menciptakan Indonesia yang lebih baik meskipun sering terjadi kegaduhan antara kedua pendukung. Setelah Pilpres sekarang mereka bekerja sama. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan Jokowi menjalankan periode ke-2.

Pandemi banyak membuka mata tatanan dunia yang tak bisa dikuasai jika hanya berkompetisi tanpa adanya kolaborasi. Inilah warna zaman era kin. Alhasil rakyat Indonesia harus berani mencari pemimpin yang mampu mendorong kolaborasi.

Baca Juga:  Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Dulu Lawan Kini Kawan

Pemimpin kolaboratif sekaligus jiwa kompetitif sangat diperlukan di era sekarang. Jokowi dan Prabowo adalah contoh pada 2019 mereka berdua merupakan aktor kompetisi terbaik sepanjang pilpres. Selesai pemilu mereka menjadi 2 orang yang berkolaborasi.

Dalam kompetisi inilah rakyat Indonesia membutuhkan kolaborasi. Saat menyudahi warisan konflik atau permusuhan masa lalu. Rekonsiliasi adalah prasyarat bangsa Indonesia yang bisa melangkah maju.

Selayak pertemuan antara Prabowo dan Budiman Sudjatmiko, pertemuan itu layak dipuji karena itu merupakan contoh kolaborasi dalam menatap tantangan bangsa dan negara ke depannya. Jika masih ada kelompok anti-kolaborasi maka hal itu tidak sesuai dengan warna zaman saat ini.

Sekarang bukan lagi era kepemimpinan yang kaku atau memiliki fanatisme tinggi terhadap parta politiknya sendiri. Gaya kepemimpinan sekarang adalah jiwa yang mampu kolaboratif dan kompetitif. Karena bukan waktunya untuk saling membenci tapi saatnya bersatu memajukan Indonesia agar lebih baik.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *